STIKES AL INSYIRAH PEKANBARU Taja Pekan Elektromedis Riau Perdana Bertemakan “Terjaminnya Kualitas Alat Kesehatan melalui Pengujian dan Kalibrasi”

Posted on: September 27, 2019, by :

Pekanbaru- Stikes Al insyirah Pekanbaru bekerja sama dengan perusahaan kalibrasi dan maintenance alat kesehatan di Pekanbaru PT. NIQ Teknik Indonesia, menyelenggarakan kegiatan Pekan Elektromedis Riau (PEER) 2019 dengan tema “Terjaminnya Kualitas Alat Kesehatan melalui Pengujian dan Kalibrasi” pada tanggal 9-14 September 2019 di Laboratorium STIKes Al Insyirah Pekanbaru Jalan Sultan Syarif Qasim No.47. Kegiatan ini terdiri dari Seminar tentang Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan pada tanggal 9 September 2019 lalu dilanjutkan dengan kegiatan Pelatihan Teknis Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan sampai tanggal 14 September 2019.

Acara seminar menghadirkan pembicara Kepala Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta, dr. J. Prastowo Nugroho, MHA dan Kepala Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Medan, Wahyudi Ifani, M.Si. Acara ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Sekretaris Jenderal Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Riau, direktur atau manajer sarana prasarana beserta teknisi elektromedis di beberapa rumah sakit di Kota Pekanbaru. Seminar dibuka oleh Ketua Stikes Al Insyirah Dr. Ns. Hj. Rifa Yanti, S.Kep, M.Biomed. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa pentingnya kolaborasi yang sinergis antara institusi pendidikan dengan institusi pengujian dan kalibrasi untuk terciptanya sumber daya manusia yang berkompeten dalam melaksanakan pengujian dan kalibrasi alat medik sesuai standar pelayanan mutu. Beliau juga berharap dengan adanya acara seminar ini dapat membuka wawasan mahasiswa dan para tenaga kesehatan di daerah pekanbaru tentang pentingnya pengujian dan kalibrasi alat medik ini.

Ketua panitia PEER Riau 2019, Rino Ferdian, ST, M.Eng dalam sambutannya mengatakan bahwa latar belakang adanya kewajiban pengujian dan kalibrasi Alat Kesehatan diatur dalam Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang KESEHATAN, Undang-Undang No.44 Tahun 2009 tentang RUMAH SAKIT, Permenkes No.54 Tahun 2015 tentang Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan, Persyaratan Kalibrasi oleh Kars dan JCI. Seminar diawali dengan pemaparan kebijakan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan serta kebutuhan institusi pengujian dan kalibrasi di indonesia demi terciptanya pelayanan yang sesuai standar oleh kepala BPFK Jakarta. Setelah itu dilanjutkan tentang pemahaman Institusi Pengujian Alat Kesehatan Sesuai Permenkes No.54 Tahun 2015 oleh kepala BPFK Medan. Penjelasan tentang Metrologi Alat Kesehatan dan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi alat kesehatan Sesuai ISO SNI 17025 dilakukan oleh Bapak M. Subchansyah, ST, MT.

Purna acara seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Teknis Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan yang diikuti oleh peserta pelatihan yang berasal dari program studi teknik elektromedis di Pekanbaru dan Medan, Teknisi Elektromedis dan Sarana Prasarana Rumah Sakit dari berbagai kota di Sumatera seperti Batam, Medan, Padang, dan Palembang. Pelatihan ini secara intensif dilatih oleh tim dari Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta. Pelatihan yang diselenggarakan terdiri dari Pelatihan pengukuran keselamatan listrik (ESA), Bimbingan penyusunan dokumen mutu, Pelatihan Teknis pengujian dan kalibrasi mesin Anestesi, Pelatihan Teknis pengujian dan kalibrasi mesin Electrosurgical unit, Pelatihan Teknis pengujian dan kalibrasi mesin Defibrilator, Pelatihan Teknis pengujian dan kalibrasi mesin EKG, Pelatihan Teknis pengujian dan kalibrasi Tensimeter, Pelatihan Teknis pengujian dan kalibrasi mesin Infusion Pump, Pelatihan Teknis pengujian dan kalibrasi mesin Patient Monitor, serta Pelatihan Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran Hasil Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan. Kegiatan ini juga didukung oleh Rumah Sakit Syafira dan Rumah Sakit Lancang Kuning Pekanbaru dalam penyediaan sarana dan prasarana pelatihan. Pelatihan ini dibagi menjadi 10 sesi pelatihan selama 5 hari dari tanggal 10-14 september 2019. Acara PEER Riau 2019 ini ditutup oleh Sekretaris Jenderal PERSI Riau drg. Aznan Wahyudi pada hari sabtu 14 september. Acara diakhiri dengan pemberian testimoni dari 3 orang peserta pelatihan yakni Hotromasari Dabukke, Amd.TEM., S.Si., M.Si, dari Universitas Sari Mutiara Medan, Sulaiman Simamora, Amd.TEM, dari Rumah Sakit Awal Bros Batam dan Bony Pratama, Amd.TEM. dari Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi teknisi di rumah sakit dalam melakukan penjaminan kualitas alat kesehatan dengan penyelenggaraan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan. Kegiatan Pekan Elektromedis Riau ini direncanakan akan menjadi kegiatan tahunan di Pekanbaru yang kedepannya akan diadakan dengan tema yang berbeda dan lebih banyak melibatkan pihak yang berkaitan dengan teknologi kesehatan. (rfe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.